SEKILAS INFO ...1. Jadwal UBK Tahun Pelajaran 2017-2018 dilaksanakan pada tanggal 10 - 13 April 2018 .....2.Bagi para alumni diharapkan mengirimkan biodata disertai foto (bebas/resmi) untuk diupload ke web sekolah, format pengisiannya dapat di download di web (klik info, download, formulir alumni)...…

Pengarahan dari Polsek

Pengarahan rutin dari Polsek Citamiang untuk pengendalian dari kenakalan remaja melalui bela negara ...

Akreditasi 2013

Akreditasi sekolah untuk SMAPY tahun 2013 dengan nilai baik dan memuaskan ....

Ujian Nasional Berbasis Komputer

Pertama kalinya SMA PGRI 1 Kota Sukabumi Menyelenggarakan Ujian Berbasis Komputer.

Studi Banding OJL 2012

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, maka pemerintah menunjuk SMAPY untuk studi banding ke SMAN 1 Bogor .....

Kegiatan KBM

KBM rutin yang dilaksanakan SMAPY meliputi KBM rutin, eskul, bimbingan konseling dsb .....

Hikmah dibalik musibah

Musibah saat ini terjadi di mana-mana dengan beragam jenisnya. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin topan, tsunami dan lain sebagainya. Dalam skala yang besar ataupun kecil. Bukan hanya di negara Indonesia, tapi juga di hampir sebagian besar belahan bumi lain. Mengapa? Di antara sebabnya adalah karena dunia sudah semakin tua dan menuju ke arah akhir zaman. Sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah Saw bahwa menjelang hari kiamat kubro (besar-besaran) akan banyak terjadi bencana di berbagai belahan bumi ini. Tanpa terkecuali.

Lalu, apa sih sebenarnya hikmah di balik semua bencana ini? Mengapa Allah seakan tidak henti-hentinya menurunkan bencana itu kepada makhluk-Nya, padahal masih banyak manusia yang mengucapkan 'Laa ilaaha illallah', sebagai indikasi meng-Esa-kan Allah swt dalam hidup ini.


Menurut Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- setidaknya ada beberapa hal hikmah di balik semua musibah / bencana yang terjadi sekarang-sekarang ini:
  1. Menguji 'ubudiyyah (kehambaan) manusia, kehinaan, kefakiran dan memohon pertolongan mereka atas musuh-musuh. Umumnya manusia apabila diberi nikmat ia lupa kepada Tuhannya, terlena dan mudah sekali melakukan maksiat dan dosa. Sebaliknya, ketika ditimpa cobaan dan musibah, maka cepat sekali mereka mengingat-Nya dan meminta pertolongan kepada-Nya serta bertaubat atas segala dosa-dosa. Sikap ini wajar, karena begitulah manusia dalam hidup. Dan itu sejalan dengan fitrahnya dan hidup ini.
  2. Menyingkirkan keterlenaan manusia terhadap dunia. Karena, seandainya saja manusia terlena dengan segala kenikmatan dunia yang bisa ia peroleh tanpa mengingat aturan Tuhannya, niscaya alam ini akan rusak. Dan ini tentunya bukanlah tujuan dari penciptaan manusia itu sendiri. Karena tujuan mereka hidup adalah untuk menjadi khalifah dengan menjaga dan memelihara bumi sesuai dengan ketentuan-Nya. Makanya, di sana kadangkala ada nikmat, kemudian datang bencana, dan seterusnya. Begitulah sunnatullahnya.
  3. Allah hendak menyempurnakan ubudiyyah hamba-hamba-Nya melalui cobaan dan nikmat, pada kondisi sehat dan ketika diuji, pada saat dicoba atau diberi nikmat. Karenanya pada dua kondisi itu Allah sebenarnya ingin memberikan yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. Di mana hati manusia tidak akan lurus kecuali dengan menghadapi berbagai ujian, sebagaimana fisik tidak akan stabil melainkan dengan adanya rasa dingin dan hangat, lapar dan haus, payah dan letih dan semua anonim-anonim yang ada. Nah, semua ujian dan cobaan ini merupakan syarat memperoleh kesempurnaan manusia itu sendiri dan dapat tegar sebagaimana mestinya. Karena, adanya sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allah tanpa adanya kelaziman itu merupakan hal yang tidak mungkin.
  4. Bagi orang-orang yang beriman dengan keimanan yang sejati, segala musibah yang datang adalah bagian dari meningkatkan keimanannya di sisi Allah swt untuk kemudian Allah muliakan ia dengan ganjaran pahala yang besar. Sedangkan bagi orang-orang kafir, cobaan itu sebagai peringatan dan teguran supaya mereka sadar dan mau kembali kepada-Nya serta memperbaiki diri sesuai dengan kehendak-Nya.

Inilah beberapa poin hikmah di balik musibah yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim Jauziyyah.

Mudah-mudahan segala bencana, musibah, ujian dan malapetaka yang terjadi tidak mengendurkan diri kita untuk melihat dengan mata hati kebesaran dan keagungan Allah dan membuat kita segera sadar dan kembali kepada ajaran-Nya, Amiin.

Insya Allah, badai...pasti berlalu. Sebab, di dunia ini tidak ada yang kekal.

Wallahu A'lam